Seorang Majikan Disidang Atas Kasus Pemerkosaan Terhadap PRT nya

0
1598
Foto; Istimewa
Contact US +852859865
Contact US +852859865

Majikan bernama Yan Fenghai (27) menjalani persidangan di Pengadilan Tinggi atas dugaan telah melakukan pemerkosaan terhadap Pekerja Rumah Tangga (PRT) Migran asal Indonesia, Rabu (9/1/2019).

Menurut berita yang dilansir on.cc.hk, pada persidangan yang digelar hari ini, Yan Fenghai tidak mengakui kejahatan yang telah dilakukannya terhadap PRT-nya, X (25th), di kediamannya, Desa Tianci, Tin Shui Wai pada 21 Oktober 2017.

Dalam tuntutan yang dibacakannya, Jaksa menyebutkan bahwa X yang berstatus sudah menikah dan untuk pertama kalinya bekerja ke luar negeri, tiba di Hong Kong pada 13 Oktober 2017. Pada tanggal 16  dibulan yang sama, X pergi ke rumah terdakwa. Terdakwa yang tinggal bersama putrinya yang berusia 2 tahun, juga tinggal bersebelahan dengan dua saudara perempuannya.

Menurut kronologi kejadian,  sekitar jam 2 pagi pada tanggal 21 October 2017, X membawa putri terdakwa yang tertidur dan menyerahkannya kepada terdakwa, kemudian kembali ke kamarnya untuk beristirahat.

Pada jam 3 dini hari, terdakwa mengetuk pintu kamar X dan membangunkannya. Setelah X membuka pintu, terdakwa berbicara dengan bahasa Kanton yang tidak bisa dimengerti oleh korbannya, lalu mendorongnya ke ranjang kamar dan memaksanya berhubungan seksual.

Lebih lanjut Jaksa mengatakan bahwa meskipun X yang bekerja pada majikannya kurang dari seminggu tersebut, berusaha untuk melawan, tetapi bentuk tubuh keduanya tidak seimbang. Tinggi X hanya 148 cm dan berat badannya 48 kg, sementara terdakwa tingginya 180 cm dan beratnya 76 kg. X akhirnya diperkosa oleh terdakwa.

Setelah terdakwa meninggalkan kamarnya, korban yang tubuh bagian bawahnya masih memar dan berdarah segera mengunci pintu dan menggunakan ponsel untuk mengirim pesan berupa tulisan dan suara ke nomor agen untuk meminta bantuan.

Jaksa yang membacakan terjemahan pesan dalam bahasa Inggris, menunjukkan bahwa X telah mengatakan bahwa dia tidak bisa lagi tinggal di rumah majikannya dan meminta agen untuk segera menolongnya. Korban khawatir kalau dirinya akan hamil dan takut suaminya di Indonesia akan tahu tentang apa yang sudah dialaminya.

Menurut Jaksa, agen yang menerima laporan korban, keesokan paginya memutuskan untuk langsung melapor ke polisi. Menurut pengakuan X, dia mengetahui terdakwa meninggalkan rumahnya sekitar jam 7 pagi, tetapi karena putri terdakwa masih membutuhkan perawatannya, dia tidak langsung kabur untuk mencari bantuan.

Ketika polisi tiba di rumah majikan pada siang hari, mereka segera memeriksa pakaian dan badan X. Dari hasil pemeriksaan, polisi mengkonfirmasi bahwa telah ditemukan adanya bercak darah X dan air mani terdakwa.

Facebook Comments