Taiwan naikkan gaji pekerja migran nelayan di perairan jauh

0
973
Pekerja migran nelayan di kapal ikan Taiwan. (Foto: CNA)
Contact US +852859865
Contact US +852859865

Pemerintah Taiwan mengumumkan kenaikan gaji pekerja migran nelayan di kapal penangkapan ikan di laut jauh sebesar NT$2.919 yang dimulai di bulan Juli 2022. Demikian disampaikan oleh pejabat Dewan Pertanian (COA), Kamis (21/4/2022).

Menurut COA, kenaikan gaji minimum ini dilakukan sebagai bagian dari rencana aksi yang lebih luas dalam meningkatkan kondisi kerja bagi nelayan migran di armada-armada kapal di perairan jauh atau distant-water fishing (DWF). Saat ini ada sekitar 21.000 pekerja migran di kapal DWF Taiwan yang sebagian besar berasal dari Indonesia dan Filipina.

Kepala Badan Perikanan COA, Chang Chih-sheng, mengatakan bahwa gaji harus dibayarkan langsung ke pekerja migran nelayan, bukan melalui agen tenaga kerja. Pekerja juga akan memiliki hak untuk menghubungi COA jika majikan mereka gagal mematuhi peraturan itu.

Di bawah rencana aksi yang baru disetujui, pemerintah Taiwan juga mewajibkan nelayan migran di kapal DWF untuk memiliki pertanggungan asuransi kesehatan setidaknya NT$300.000, sementara pertanggungan asuransi kecelakaan kerja mereka telah ditingkatkan dari NT$1 juta menjadi NT$1,5 juta.

Selanjutnya, awak kapal penangkap ikan migran dari armada DWF tidak akan lagi diizinkan untuk tetap berada di laut selama lebih dari 10 bulan dalam satu periode kerja. COA mengatakan rencana itu dirancang untuk meningkatkan mata pencaharian dan hak asasi manusia di bidang penangkapan ikan khususnya pekerja nelayan migran di perairan jauh. Untuk itu, COA mengatakan, pihaknya akan meningkatkan inspeksinya terhadap sekitar 1.100 kapal DWF Taiwan dan akan mendorong pemasangan sistem televisi sirkuit tertutup di kapal untuk memungkinkan pemantauan yang lebih baik terhadap kondisi kerja.

Inspeksi pelabuhan akan dilakukan tidak hanya pada kapal penangkap ikan berbendera Taiwan tetapi juga pada kapal milik Taiwan yang mengibarkan bendera asing, yang dikenal sebagai Bendera Kenyamanan (Flag of Convenience), kata COA.

Rencana aksi tersebut disetujui oleh Kabinet satu hari setelah Kantor Kejaksaan Distrik Kaohsiung mendakwa sembilan warga Taiwan atas tuduhan terkait kerja paksa dan penganiayaan fisik terhadap anggota awak asing di kapal berbendera Vanuatu bernama Da Wang, yang dimiliki dan dioperasikan oleh Yong Feng Fishery Ltd. di Kaohsiung.

Isu Da Wang pertama kali terungkap dalam laporan tahun 2019 berjudul “Seabound: The Journey to Modern Slavery on the High Seas,” oleh Greenpeace Asia Tenggara, yang merinci contoh pelecehan pekerja migran di laut lepas, termasuk kematian salah satu pekerja migran awak kapal di kapal itu.

Saat ini menurut Greenpeace, upah minimum bulanan untuk nelayan migran di kapal perairan yang jauh hanya NT$13.000 atau sekitar HK$ 3500. Jumlah ini hampir setengah dari NT$25.250 minimum untuk pekerja yang tercakup dalam Undang-Undang Standar Tenaga Kerja, yang tidak mencakup nelayan migran.

Distant-water fishing (DWF) adalah istilah yang dipakai untuk kapal pencarian ikan di luar wilayah asal kapal itu sendiri dan biasanya memperluas jangkauan pencarian ikan ke tempat-tempat yang jauh.(CNA/e)

Facebook Comments